Pengertian Prinsip Biaya Akuntansi

Prinsip biaya adalah salah satu pedoman yang mendasari dasar dalam akuntansi. Ia juga dikenal sebagai prinsip biaya historis.

Prinsip biaya mensyaratkan bahwa aset dicatat pada jumlah kas (atau setara) pada saat yang aset diperoleh. Misalnya, jika peralatan diperoleh untuk jumlah uang tunai sebesar Rp 500.000, peralatan juga akan disimpan Rp 500.000.

Jika peralatan akan berguna selama 10 tahun tanpa nilai sisa, beban penyusutan garis lurus akan menjadi Rp 50.000 per tahun (biaya sebesar Rp 500.000 dibagi dengan 10 tahun).

Nilai pasar peralatan ini, biaya penggantian atau biaya disesuaikan dengan inflasi tidak akan mempengaruhi beban penyusutan tahunan sebesar Rp 50.000. neraca perusahaan akan melaporkan biaya historis peralatan dikurangi akumulasi penyusutan.

Prinsip biaya juga berarti bahwa nama merek berharga dan logo yang dikembangkan melalui iklan yang efektif tidak akan dilaporkan sebagai aset dalam neraca.

Hal ini dapat mengakibatkan aset paling berharga perusahaan tidak termasuk dalam jumlah aset perusahaan. (Di sisi lain, nama merek yang diperoleh melalui transaksi dengan perusahaan lain akan dilaporkan pada neraca sebesar biaya.)

Jika sebuah perusahaan memiliki aset yang memiliki pasar yang siap dengan harga yang dikutip, nilai historis dapat digantikan dengan nilai pasar saat ini pada setiap neraca. Contohnya adalah investasi yang terdiri dari saham biasa yang secara aktif diperdagangkan di bursa saham utama.