Pengertian Piutang Dalam Akuntansi

Piutang adalah uang bahwa perusahaan memiliki hak untuk menerima karena telah memberikan pelanggan dengan barang dan / atau jasa. Misalnya, produsen akan memiliki piutang akun ketika menyerahkan satu truk barang ke pelanggan pada 1 Juni dan pelanggan diperbolehkan untuk membayar dalam 30 hari.

Dari 1 Juni sampai perusahaan menerima uang, perusahaan akan memiliki piutang (dan pelanggan akan memiliki account hutang). Piutang juga dikenal sebagai piutang usaha.

Perusahaan yang menjual secara kredit tidak mungkin memiliki hak gadai pada properti pelanggan mereka. Oleh karena itu, ada risiko bahwa jumlah penuh piutang mereka tidak mungkin dikumpulkan.

Ini berarti bahwa perusahaan harus berhati-hati ketika pemberian kredit dan mendirikan piutang. Jika ada ketidakpastian kelayakan kredit potensi (atau yang sudah ada) pelanggan, adalah bijaksana bagi perusahaan untuk meminta pelanggan untuk membayar dengan kartu kredit sebelum memberikan barang atau jasa.

Hal ini juga penting bagi perusahaan untuk memantau piutangnya dan untuk segera menindaklanjuti dengan pelanggan yang belum membayar sesuai kesepakatan.

Prakiraan piutang jangka panjang adalah alat yang akan membantu dan sudah tersedia dengan software akuntansi yang paling umum. Aturan umum adalah bahwa piutang jangka panjang yakni semakin sedikit temponya kemungkinan akan dikumpulkan secara penuh.

Piutang dilaporkan sebagai aktiva lancar pada neraca perusahaan. akuntansi yang baik mensyaratkan bahwa perkiraan dibuat untuk jumlah yang tidak mungkin dikumpulkan.

Perkiraan yang dilaporkan sebagai saldo kredit dalam rekening piutang terkait seperti Penyisihan Piutang Tak Tertagih. Setiap penyesuaian terhadap saldo Penyisihan juga akan disimpan di rekening laporan laba rugi pada Beban Piutang Tak Tertagih.