Pengertian Modal Kerja

Pengertian Modal Kerja (Working Capital)?

Posted on

Modal kerja adalah jumlah aset perusahaan saat ini dikurangi jumlah kewajiban saat ini. Misalnya, jika neraca perusahaan tanggal 20 februari laporan total aktiva saat Rp 720.000 dan jumlah kewajiban lancar dari Rp 650.000 modal kerja perseroan pada 29 februari itu Rp 70.000.

Jika perusahaan lain memiliki total aset saat ini Rp 410.000 dan jumlah kewajiban lancar sebesar Rp 200.000 modal kerja adalah Rp 210.000.

Kecukupan modal kerja perusahaan tergantung pada industri yang bersaing, hubungan dengan pelanggan dan pemasok, dan banyak lagi. Berikut adalah beberapa faktor tambahan untuk dipertimbangkan:

1. Jenis Aktiva Lancar dan Seberapa Cepat Mereka Dapat Dikonversi ke Uang Tunai.
Jika mayoritas aset perusahaan saat ini adalah kas dan setara kas dan investasi berharga, jumlah yang lebih kecil dari modal kerja mungkin cukup.

Namun, jika aktiva lancar termasuk persediaan bergerak lambat, sejumlah besar modal kerja akan dibutuhkan.

2. Sifat Penjualan Dan Seberapa Cepat Pelanggan Perusahaan Membayar.
Jika sebuah perusahaan memiliki penjualan yang sangat konsisten melalui internet dan pelanggan membayar dengan kartu kredit pada saat mereka menempatkan pesanan, sejumlah kecil modal kerja mungkin cukup.

Di sisi lain, perusahaan dalam industri di mana persyaratan kredit yang bersih 60 hari dan pemasoknya harus dibayar dalam 30 hari, perusahaan akan membutuhkan jumlah yang lebih besar dari modal kerja.

3. Keberadaan Kredit yang Disetujui dan Tidak Ada Pinjaman.
Batas kredit yang disetujui dan tidak ada pinjaman memungkinkan perusahaan untuk beroperasi dengan nyaman dengan sejumlah kecil modal kerja.

4. Bagaimana Prinsip Akuntansi Yang Diterapkan.
Beberapa perusahaan yang konservatif dalam kebijakan akuntansi mereka. Misalnya, mereka mungkin memiliki saldo kredit yang signifikan di penyisihan mereka piutang ragu-ragu dan akan membuang bergerak lambat item persediaan.

Perusahaan lain mungkin tidak memberikan piutang ragu-ragu dan akan menjaga barang-barang bergerak lambat dalam persediaan dengan biaya penuh mereka.

Singkatnya, menganalisis modal kerja harus melibatkan lebih dari sekedar mengurangi kewajiban lancar dari aktiva lancar.